Sabtu, 25 Maret 2017

Zenfone oh zenfone

Pada saat lagi heboh nya berita Asus akan menggelontorkan Hp dengan prosesor Intel, saya pun ikut tergiur.. dengan spek yang tergolong WAH!!  Ram 2Gb, rom 16Gb, dan.. harga yang tergolong murah saat itu (kira-kira tahun 2014 an), itu dulu ya..
Lalu saya pun memutuskan untuk meminangnya, ya yang saya maksud adalah Zenfone 5, plus seekor teman (sebut saja supriyono) yang juga ikut tergiur.. sudah beli duluan.
Kesan pertama.. wuihhhh.. high spec nih.. namun.. perlahan anggapan itu mulai luntur (mungkin inilah risiko membeli Hp terlalu tergesa-gesa dan dengan budget minim) , dimulai dari kamera yang ternyata kurang bagus, lalu development os yang sepertinya kurang serius, saya bisa katakan kurang serius, sebelumnya saya sering gonta ganti rom di Hp sebelumnya, dari hp samsung mini, gal. w, xperia L, dari jadi tester rom.. penilaian ini bisa saya buat, rasanya seakan menggunakan rom yang masih dalam versi beta, banyak bugs, bahkan pada fungsi-fungsi krusial yang seharusnya bahkan tidak menjadi masalah pada software tahap beta, ini rom yang sudah release dalam bentuk paket update loh.. bukan rom tahap beta.. entah karena waktu devs nya yang terbatas, beta tester nya yang terbatas, range variasi hardware yang beragam, ataukah.. memang user zenfone generasi awal ini juga sekaligus beta tester?
segalanya menjadi semakin mengesalkan setelah update-update selanjutnya, namun ada sedikit harapan.. ada komunitas yang mungkin tidak terlalu kuat, namun ada developers yang berusaha untuk membuat rom alternatif, namun perkembangannya juga terhambat, karena resource yang terbatas terutama driver gps yang tidak bisa dibuat bekerja di custom rom zenfone.
keluhan lewat forum buatan asus pun tidak mempan, tinggal pilihan terakhir.. ganti Hp, namun sekian lama saya mencoba bertahan sambil mencari kombinasi yang pas antara rom dan file-file nya untuk menemukan sebuah stabilitas software.
akhirnya.. kali ini saya menyerah, mungkin  krna sudah umur juga Hp ini, flashing bisa 3x sebulan, watef@k.. **<
sekian pengalaman pahit ini, sudah kapok saya pake zenfone ini, intelpun terbukti kurang mumpuni di ranah mobile.. semoga ini menjadi pelajaran berharga, buat user, fans asus, developers asus, dan asus.
adios.. asus, ga bakalan saya gunakan produk ente lagi. fin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar